BONTANG – SDIT YABIS Bontang kembali menggelar Khatmul Qur’an dan Imtihan Angkatan XIII di Hotel Grand Mutiara, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mencetak generasi Qurani sejak dini.
Kepala Sekolah SDIT YABIS Bontang, Syahnan, mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin yang menjadi bagian dari sistem pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Program Khatmul Qur’an dan Imtihan ini kami laksanakan setiap tahun sebagai upaya mencetak peserta didik yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.
Pada tahun ini, sebanyak 230 siswa dinyatakan lulus munaqosah, yakni ujian akhir dalam pembelajaran Al-Qur’an yang meliputi tartil, tahfidz juz 30, dan terjuman Al-Qur’an.
Namun, dari total tersebut, hanya 134 peserta yang ditampilkan dalam prosesi kegiatan. Rinciannya, 59 peserta tartil, 64 peserta tahfidz juz 30, dan 11 peserta terjuman Al-Qur’an.
“Sebetulnya jumlah yang lulus 230 peserta, tetapi yang kami tampilkan hari ini hanya sebagian karena keterbatasan tempat. Ada beberapa kelas yang tidak kami tampilkan,” jelasnya.
Syahnan menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an di SDIT YABIS menggunakan metode UMMI, yakni metode yang terstruktur, bertahap, dan berbasis mutu dengan standar yang jelas.
Menurutnya, metode ini tidak hanya menekankan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk kedisiplinan serta karakter religius peserta didik.
“Selain di sekolah, kami juga mendorong keterlibatan orang tua untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an di rumah, sehingga hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi SDIT YABIS dalam menyelenggarakan program keagamaan berbasis Al-Qur’an.
Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter sejak dini, khususnya dalam aspek spiritual dan keagamaan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan selaras dengan visi Kota Bontang dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat,” pungkasnya.(adv)
![]()







