BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan penyusunan soal Asesmen Akhir Satuan Pendidikan (AASP) dilakukan secara terstruktur melalui tim khusus.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menjelaskan bahwa penyusunan soal tidak dilakukan secara individu oleh guru, melainkan melalui tim yang telah ditunjuk.
“Ada tim penyusun, bukan masing-masing guru. Itu difasilitasi juga oleh provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tim tersebut melibatkan unsur dari tingkat kota dan terhubung dengan tim di tingkat provinsi, sehingga kualitas soal dapat lebih terstandarisasi.
Menurutnya, koordinasi lintas level ini penting untuk menjaga mutu asesmen sekaligus memastikan kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku.
Selain itu, Disdikbud juga menargetkan pelaksanaan AASP dapat dilakukan secara serentak, meskipun masih mempertimbangkan kesiapan masing-masing sekolah.
“Harapannya bisa serentak, tapi tetap melihat kesiapan sekolah,” jelasnya.
Saat ini, sebagian sekolah di Bontang masih menggunakan sistem berbasis kertas, sementara sekolah yang telah siap didorong untuk beralih ke sistem digital.
Disdikbud memastikan, perbedaan metode pelaksanaan tidak akan menghambat jalannya asesmen.
“Yang penting pelaksanaannya tetap berjalan, baik yang sudah digital maupun yang masih manual,” tambahnya.(adv)
![]()






