BONTANG – Imbauan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) terkait pembatasan penggunaan gawai bagi anak ditiap daerah.
Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan, kebijakan itu sejatinya sudah lebih dulu diterapkan di sekolah-sekolah negeri.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang mulai efektif berlaku sejak 28 Maret 2026. Aturan tersebut mewajibkan platform digital membatasi akses anak sesuai usia serta memperkuat perlindungan data pribadi anak.
Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menyebut larangan membawa gawai di lingkungan sekolah bukan hal baru.
“Kalau itu, khususnya di sekolah negeri memang sudah lama tidak boleh. Anak-anak tidak diperkenankan membawa gawai,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (11/04/2026).
Meski demikian, terdapat pengecualian dalam kondisi tertentu. Siswa diperbolehkan membawa perangkat digital jika mendapat izin langsung dari guru untuk kepentingan pembelajaran.
“Kalau memang dibutuhkan untuk kegiatan belajar, itu bisa diizinkan oleh gurunya. Tapi secara umum tetap dilarang,” lanjutnya.
Tak hanya membatasi, Pemkot Bontang juga menyiapkan solusi pembelajaran berbasis digital tanpa harus membebani siswa membawa gawai pribadi.
Saat ini, sekitar 1.600 unit tablet telah didistribusikan ke sekolah-sekolah, khususnya untuk siswa kelas VIII dan IX di SMP Negeri. Selain itu, sejumlah sekolah juga telah dilengkapi papan pintar atau layar digital interaktif sebagai pengganti papan tulis konvensional.
Perangkat tersebut terhubung dengan jaringan internet dan digunakan dalam proses belajar mengajar di bawah pengawasan guru.
“Semua fasilitas itu sudah tersedia di sekolah dan penggunaannya tetap diawasi oleh guru di masing-masing sekolah,” jelasnya.
Disdikbud Bontang pun memastikan, penggunaan teknologi tetap berjalan seiring dengan upaya perlindungan anak dari dampak negatif gawai.
“Kami tetap upayakan pengawasan anak dalam menggunakan perangkat digital, tapi juga memberikan solusi tanpa harus membebani mereka membawa gawai pribadi ke sekolah,” pungkasnya.(adv)
![]()







