BONTANG – SD Negeri 004 Bontang Utara terus berinovasi dalam membentuk karakter peduli lingkungan bagi peserta didiknya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengintegrasikan program Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) yang diluncurkan Neni Moerniaeni ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Program GESIT tersebut kini masuk dalam pembelajaran kokurikuler yang secara rutin diterapkan kepada seluruh siswa. Melalui program ini, para murid dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri setiap harinya.
Kepala SD Negeri 004 Bontang Utara, Emelia, menjelaskan bahwa dalam praktiknya siswa diminta membawa kantong plastik dari rumah. Kantong tersebut digunakan sebagai wadah sampah pribadi selama berada di sekolah.
“Setiap siswa membawa plastik masing-masing. Sampah yang mereka hasilkan dimasukkan ke dalam plastik itu, lalu dibawa pulang untuk dibuang di tempat pembuangan sampah,” ujarnya.
Menurut Emelia, metode ini tidak hanya mengajarkan kedisiplinan, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab individu, bukan semata-mata petugas kebersihan.
Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran kokurikuler di sekolahnya memang dirancang dinamis dan berubah setiap semester. Sebelumnya, siswa telah diperkenalkan dengan kegiatan ramah lingkungan lainnya seperti ecoprint, yang juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap alam.
“Anak-anak melakukan pembelajaran ini dengan baik,” tambahnya.
Melalui penerapan program GESIT ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami teori tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Langkah ini sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menciptakan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan pendidikan dasar.(adv)
![]()







