Kukar – Dalam sebuah pernyataan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Tauhid Aprilian Noor, menjelaskan dampak efisiensi anggaran terhadap operasional dinas.
Meskipun terdapat pengurangan anggaran, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program pendidikan tetap berlanjut.
“Pengurangan ini memang berdampak pada pembangunan fisik sekolah, dari yang direncanakan membangun 10 sekolah, kini hanya bisa menjadi 8,” jelasnya, Selasa (29/04/2025).
Meskipun demikian, Tauhid menekankan bahwa program pendidikan lainnya akan tetap berjalan.
“Kami perlu menyusun prioritas dengan baik untuk menentukan mana yang harus dijalankan lebih dulu,” lanjutnya, menunjukkan sikap responsif dari Disdikbud terhadap tantangan yang dihadapi.
Walau volume pembangunan menurun, upaya untuk mempertahankan kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas.
“Contohnya, jika sebelumnya kami berencana meningkatkan fisik di 40 sekolah, saat ini hanya bisa dilaksanakan di 35 sekolah, namun kami tetap berusaha menjaga standar pendidikan,” ungkapnya.
Dalam menghadapi keterbatasan anggaran, penting bagi Disdikbud untuk menerapkan strategi yang bijak.
“Penting untuk menetapkan prioritas agar sumber daya yang dimiliki dapat dimaksimalkan,” tegasnya.
Tauhid juga menilai kondisi ini membuka peluang untuk melakukan evaluasi terhadap semua program pendidikan.
“Ini kesempatan bagi kita untuk menilai efektivitas program agar lebih efisien mencapai target yang diinginkan,” imbuhnya.
Ia berharap agar semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah lokal, turut berpartisipasi dalam mendukung pengembangan pendidikan.
“Sinergi dari semua pihak sangat diperlukan agar pendidikan berkualitas tetap bisa kita capai meski dengan sumber daya yang semakin terbatas,” tutup Tauhid.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara akan terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, meskipun ditengah tantangan efisiensi anggaran. (Adv)
![]()







