Kukar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara mengumumkan progres terkait perbaikan sarana pendidikan, namun tetap menghadapi tantangan anggaran yang signifikan.
Kepala Dinas, Tauhid Aprilian Noor, mengungkapkan bahwa masih ada banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Tauhid menjelaskan bahwa dari total anggaran Rp 2,2 triliun untuk tahun 2025, hampir Rp 1,8 triliun terpaksa dialokasikan untuk gaji pegawai.
“Akibatnya, kami memiliki anggaran yang sangat terbatas untuk perbaikan fisik,” ujarnya, Selasa (29/05/2025).
Ia menambahkan bahwa tantangan keuangan ini tidak hanya mempengaruhi perbaikan sekolah, tetapi juga pengembangan profesional guru melalui bimbingan teknis.
“Kami tidak bisa memprioritaskan perbaikan fisik tanpa memperhatikan pengembangan sumber daya manusia,” tegas Tauhid.
Selain itu, Disdikbud berharap dapat meneruskan program seragam gratis yang diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi siswa.
“Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung pendidikan yang lebih baik,” katanya.
Tauhid meminta dukungan masyarakat agar semua siswa di Kutai Kartanegara dapat menikmati pendidikan yang layak dan memperoleh fasilitas yang memadai. (Adv)
![]()







