Kukar – Pemerintah Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus menunjukkan komitmennya dalam menggali potensi sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi andalan yang kini tengah diupayakan pengembangannya adalah sektor pertambangan batu gunung.
Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riadi, menyampaikan bahwa batu gunung dari wilayahnya memiliki kualitas tinggi dan telah lama dimanfaatkan sebagai bahan baku utama konstruksi bangunan maupun pembangunan infrastruktur jalan. Namun, ia mengakui bahwa proses pemanfaatan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. “Untuk kendala, perizinan serta AMDAL harus kita penuhi terlebih dahulu,” ungkap Sugeng, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar terbaik. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah administratif sedang diupayakan demi mengamankan legalitas kegiatan tambang serta menjaga keberlanjutannya secara lingkungan.
Tak sekadar mengejar nilai ekonomi, Sugeng menilai bahwa keberadaan batu gunung ini juga memiliki fungsi ekologis. Bila dikelola secara bijak, keberadaan batu tersebut bisa menjadi benteng alami dalam mencegah erosi dan longsor, khususnya di musim penghujan. “Batu gunung kita ini selain punya nilai ekonomi tinggi, juga bisa bantu menjaga kontur tanah dari bahaya longsor,” jelasnya.
Sugeng menambahkan, jika legalitas pertambangan bisa segera diperoleh, maka pendapatan desa dari sektor ini akan meningkat secara signifikan. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada pembangunan desa, termasuk pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. “Kalau semua sudah legal, kami bisa mengelola dengan lebih baik. PAD Desa akan naik, warga juga punya lebih banyak peluang usaha,” tambahnya.
Meski demikian, Sugeng tak menampik bahwa prosesnya masih cukup panjang. Oleh karena itu, ia berharap adanya perhatian dan dukungan konkret dari pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk membantu mempercepat proses perizinan. “Kami sangat berharap ada bantuan dan solusi terkait hal ini. Saat ini, kita hanya bisa menunggu dan terus mengupayakan agar proses perizinan bisa segera rampung,” tutupnya. (Adv)
![]()






