Kukar – Semangat kekeluargaan dan kreativitas warga Maluhu kembali bersinar terang di tahun 2025 ini. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-55, Kelurahan Maluhu menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Semarak Maluhu 2025, yang resmi dibuka Sabtu malam, 11 Mei 2025. Perayaan ini tak hanya menjadi momentum nostalgia, tetapi juga simbol kekompakan dan semangat membangun bersama.
Malam pembukaan dipenuhi tepuk tangan dan gelak tawa saat grup seni lokal Rukun Jaya tampil memukau di panggung utama. Penampilan tersebut menjadi pembuka dari sederet kegiatan menarik yang akan terus menghidupkan kawasan Maluhu hingga 22 Mei mendatang.
“Mulai malam ini, panggung ini tidak akan sepi,” ucap Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, dalam sambutannya yang disambut hangat oleh warga.
Perayaan HUT Maluhu sejatinya telah dimulai sejak 4 Mei lalu. Berbagai lomba dan kompetisi telah digelar, mulai dari turnamen bola voli hingga pertandingan PlayStation. Masih banyak kegiatan lain yang akan menyusul seperti kontes motor, lomba burung berkicau, dan lari maraton. Bahkan, aktivitas mancing bersama di Embung Maluhu pun menjadi magnet tersendiri bagi warga yang ingin mengisi akhir pekan dengan keakraban.
Di balik gegap gempita perayaan, Semarak Maluhu 2025 juga menjadi panggung penting bagi pertunjukan seni budaya lokal. Penampilan komunitas seperti Karyo Turonggo Seto, Ika Wangi, dan Suling Gading menggambarkan bahwa kebudayaan tradisional masih tumbuh subur dan menjadi bagian dari identitas warga Maluhu.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga membawa manfaat ekonomi yang nyata. Para pelaku UMKM lokal diberi ruang untuk memasarkan produk mereka selama rangkaian acara berlangsung. Tri Joko pun mengajak seluruh warga agar turut mendukung geliat ekonomi lokal melalui pembelian produk-produk warga.
“Mari kita dukung UMKM lokal agar mereka juga merasakan manfaat dan keberkahan dari kegiatan ini,” katanya.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini digelar bukan dengan sokongan dana besar dari sponsor, melainkan atas partisipasi aktif warga. Dukungan dari para ketua RT, semangat gotong royong masyarakat, serta bantuan dari Pemkab Kukar, khususnya Dinas Pariwisata membuktikan bahwa kekuatan dari bawah mampu mewujudkan perayaan sebesar ini.
Di usia ke-55, Maluhu juga bersiap menapaki babak baru. Salah satu kabar gembira adalah rencana pembangunan kantor kelurahan baru dengan anggaran Rp6,9 miliar dari Pemkab Kukar. Tri Joko menyebut proyek ini sebagai bentuk perhatian nyata dari Bupati Kukar kepada masyarakat Maluhu.
“Ini bentuk nyata perhatian pemerintah daerah. Mari kita kawal bersama agar hasilnya maksimal dan bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Sebagai pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat, Tri Joko tak lupa menyisipkan kisah ringan dalam sambutannya. Ia mengingat candaan Bupati Kukar pada perayaan tahun lalu yang menyebut HUT Maluhu lebih lama dari ulang tahun kabupaten.
“Ini menunjukkan bahwa kita mampu menggelar kegiatan besar dan tetap rukun, berkat semangat kebersamaan,” tambahnya.
Penutup sambutannya pun penuh makna. Dengan kalimat puitis ia berkata, “Jika tanah Bandung diciptakan Tuhan saat Ia sedang tersenyum, maka tanah Maluhu diciptakan saat Tuhan sedang berbahagia.” Ungkapan ini mencerminkan rasa syukur dan kebanggaan warga atas tanah kelahiran mereka yang terus bertumbuh dalam harmoni. (Adv)
![]()






