BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tak hanya menyiapkan kuota, tetapi juga memperkuat sistem pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan lebih tertib dan minim celah pelanggaran.
Upaya itu dilakukan melalui pembahasan petunjuk teknis (juknis) yang melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, pengawas, hingga operator sekolah, Selasa (07/04/2026).
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan keterlibatan banyak pihak ini penting untuk memastikan seluruh tahapan SPMB memiliki pemahaman yang sama di lapangan.
“Semua kami libatkan, dari TK sampai SMP, termasuk pengawas. Tujuannya agar tidak ada perbedaan persepsi saat pelaksanaan nanti,” ujarnya.
Dalam pembahasan tersebut, Disdikbud menitikberatkan pada kesiapan teknis, terutama penggunaan aplikasi dalam proses pendaftaran. Sistem berbasis digital ini diharapkan mampu memangkas potensi kecurangan sekaligus mempermudah akses masyarakat.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman teknis mulai dari alur pendaftaran hingga proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik.
Menurut Saparuddin, penguatan sistem ini menjadi langkah penting sebelum tahapan pendaftaran resmi dibuka.
Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan SPMB diharapkan berjalan lebih transparan dan akuntabel.
“Pemanfaatan aplikasi ini juga untuk memastikan prosesnya bisa diawasi bersama,” pungkasnya.(adv)
![]()







