Bontang – Sejumlah fasilitas di SMP Negeri 1 Bontang mulai mengalami kerusakan dan diajukan untuk diperbaiki.
Pihak sekolah mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, terutama pada pintu kelas dan toilet yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto melalui Bidang Sarana dan Prasarana, Syamsuddin, mengungkapkan bahwa Disdikbud telah melakukan survei beberapa hari lalu untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Yang diusulkan ada perbaikan pintu di enam kelas. Kondisinya sudah mulai rusak karena masih menggunakan bahan tripleks,” ujarnya saat ditemui, Selasa (7/3/2026).
Ia menjelaskan, material pintu lama dinilai kurang tahan lama dibandingkan bangunan baru yang sudah menggunakan kayu ulin yang lebih kuat.
Selain pintu, empat unit toilet juga diusulkan untuk diperbaiki. Bahkan, dua di antaranya sudah tidak difungsikan karena kondisinya rusak parah dan tidak layak digunakan.
Meski begitu, pihak sekolah hanya sebatas mengusulkan. Penentuan prioritas perbaikan tetap berada di tangan Disdikbud, terlebih di tengah kondisi anggaran daerah yang tengah mengalami defisit.
“Kami hanya mengusulkan. Nanti dari Disdikbud yang menentukan mana yang jadi prioritas,” tambahnya.
Tak hanya itu, sekolah juga mengusulkan pemasangan material Wood Plastic Composite (WPC) untuk mempercantik tampilan bangunan. Namun, rencana tersebut masih menunggu hasil survei dan persetujuan dari pihak terkait.
“Masih menunggu hasilnya, karena saat ini memang kondisi anggaran sedang defisit. Jadi nanti dilihat mana yang lebih prioritas,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menyebut saat ini pihaknya masih melakukan survei ke sejumlah sekolah yang mengajukan perbaikan sarana dan prasarana, termasuk kerusakan pintu, lantai, hingga fasilitas lainnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, Disdikbud mengaku tetap berupaya mencari solusi, salah satunya dengan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Masih disurvei. Kami upayakan bisa dibantu dari pusat, Kemendikdasmen,” pungkasnya.(adv)
![]()







