SAMARINDA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Marthinus Hukom memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam upaya rehabilitasi pengguna narkoba.
Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan di Balai Kota Samarinda, Rabu (5/2/2025).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Samarinda, karena beliau memahami bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah roda pembangunan yang sangat penting. Ketika seseorang mengalami gangguan akibat narkoba, dampaknya akan terasa hingga masa pensiun dan menjadi beban sosial bagi pemerintah daerah,” ungkap Marthinus.
Komitmen Pemkot Samarinda dalam membantu rehabilitasi warga dinilai sebagai langkah tepat menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat. Data mengejutkan terungkap bahwa dari 3,33 juta pengguna narkoba di Indonesia, BNN dan seluruh institusi terkait hanya mampu merehabilitasi sekitar 14.000 hingga 15.000 orang per tahun.
Posisi strategis Kaltim yang berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan dengan Malaysia menjadikannya rentan terhadap peredaran narkoba.
“Narkoba dari Myanmar masuk melalui jalur Asia Tenggara, baik lewat Malaysia maupun Vietnam, lalu ke Kalimantan Utara sebelum mencapai Kaltim,” tambahnya.
Fakta mengkhawatirkan lainnya adalah lebih dari 52% penghuni lembaga pemasyarakatan di Indonesia merupakan kasus narkoba. BNN mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan dan pencegahan peredaran narkoba di wilayah Samarinda.
“Melalui rehabilitasi dan bantuan dari Pemkot Samarinda, kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masa depan warganya,” pungkas Marthinus.
Penulis: Gabriel
![]()





