Samarinda- Viral di media sosial, sebuah kapal tongkang yang bermuatan kayu menabrak pilar Jembatan Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (16/2/2025).
Aksi kapal tongkang tersebut menuai komentar dari berbagai kalangan, termasuk DPD GMNI Kaltim meminta kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk segera melakukan pemanggilan pihak pemilik kapal tongkang tersebut.
“Pertama yang kami inginkan ialah respon KSOP atas insiden yang sudah sering kali terjadi, bagaimana pengawasan mereka, “
Sebab, menurut Boni jika hal yang sama selalu terjadi itu menjadi tanda tanya, apakah KSOP selama ini telah bekerja dengan baik.
“Kemudian kami juga menginginkan pemerintah Provinsi Kaltim untuk tidak diam saja dan segera mengambil tindakan tegas,” kata Boni De Rosari, Selaku Sekretaris Bidang Jaringan dan Politik DPD GMNI Kaltim, (17/02/2025).
Menurutnya, apabila pihak Pemerintah tidak melakukan teguran yang serius kepada pemilik kapal tongkang yang berlalu lintas di sungai Mahakam, maka akan mengulang kembali kejadian yang sama di kemudian hari.
“Pihak Pemerintah segera melakukan pemanggilan kepada pemilik kapal tongkang tersebut, untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian ini,” lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta pihak DPRD Kaltim untuk merespon atas kejadian tersebut, karena ini bisa membahayakan masyarakat yang melintasi di jembatan Mahakam tersebut.
“Bagaimana kalau jembatan Mahakam retak akibat dari penabrakan itu, dan hal tersebut bisa membahayakan bagi masyarakat yang melintasi di jembatan Mahakam ini. Oleh karena itu, DPRD Kaltim segera melakukan pemanggilan kepada pemilik kapal tongkang tersebut,” paparnya.
Diakhir dirinya juga meminta agar pemerintah maupun pihak terkait melakukan uji kerusakan atau kelayakan jembatan yang telah berulang kali tertabrak oleh kapal-kapal yang melintas.
![]()






