Potretkata, Bontang – Layanan cuci darah di RSUD Taman Husada Bontang masih menjadi pilihan utama bagi pasien gagal ginjal, meskipun jumlah rujukan dari daerah lain kini berkurang. Rata-rata, ada sekitar 65 pasien aktif menjalani cuci darah setiap bulan di ruang Dialisis rumah sakit tersebut.
Menurut Kepala Ruangan Dialisis RSUD Taman Husada, Salawati, S.Kep., NS, sebagian besar pasien merupakan pasien lama yang sudah bertahun-tahun menjalani terapi cuci darah. Namun, setiap tahunnya juga terdapat sekitar 99 pasien baru yang terdaftar.
“Tidak semua pasien harus menjalani cuci darah terus-menerus, ada juga yang hanya sementara,” ujarnya saat ditemui di ruangnya, Selasa (18/2/2025).
Data menunjukkan jumlah tindakan cuci darah di RSUD Taman Husada terus meningkat. Pada 2022, tercatat 5.736 tindakan, kemudian naik menjadi 6.217 tindakan pada 2023, dan mencapai 6.339 tindakan pada 2024. Sementara itu, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2025, sudah tercatat 819 tindakan.
Meskipun jumlah tindakan meningkat, rujukan dari luar daerah, khususnya Kutai Timur (Kutai Timur), kini lebih jarang.
“Dulu banyak pasien dari Sangatta yang dirujuk ke sini, tapi sekarang dengan adanya layanan hemodialisa di RS Meloy dan RS Kudungga, banyak pasien yang memilih tetap di daerah mereka,” ungkapnya.
Kata dia, dari 65 pasien aktif tersebut, ada yang menjalani cuci darah tiga kali seminggu dan ada yang dua kali seminggu, tergantung pada kondisi kesehatan pasien. Beberapa pasien juga berhenti menjalani terapi karena mengalami perbaikan kondisi kesehatan, meninggal, atau pindah ke fasilitas kesehatan lain.
Bagi pasien yang masih dirujuk ke RSUD Taman Husada, umumnya mereka memiliki kondisi lebih kompleks dan membutuhkan fasilitas lebih lengkap.
“Kami tetap menerima pasien rujukan yang mengalami komplikasi dan memerlukan penanganan lebih intensif,” ucapnya.
Salawati memastikan jika layanan hemodialisa di rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang ini, akan terus ditingkatkan agar pasien mendapatkan kenyamanan dan perawatan terbaik.
“Kami selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan, baik dari segi fasilitas maupun tenaga medis, agar pasien tetap mendapatkan layanan optimal,” pungkasnya. (Adv/Ira)
![]()







