SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda Tahun 2025 yang mengalami perubahan menunjukkan perkembangan positif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan naik sekitar Rp60 miliar, menjadi indikator keberhasilan pengelolaan fiskal daerah.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Samarinda sekaligus anggota Komisi III, Moh Yusrul Hana, menyampaikan bahwa target PAD yang sebelumnya Rp1,133 triliun kini meningkat menjadi Rp1,194 triliun. Kenaikan ini menurutnya merupakan hasil strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah yang konsisten dijalankan pemerintah kota.
“Alhamdulillah, pemerintah kota berhasil menaikkan target PAD sekitar Rp60,7 miliar. Ini kabar baik dari proses perubahan APBD tahun ini,” ujar Yusrul, Selasa (30/10/2025).
Selain PAD, total pendapatan daerah juga naik dari Rp5,350 triliun menjadi Rp5,516 triliun, bertambah sekitar Rp165,3 miliar. Meski ada pemotongan dana transfer dari pusat, kenaikan PAD diyakini mampu menutupi kekurangan tersebut sehingga kinerja anggaran tetap optimal.
Yusrul menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara pemerintah kota dan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan anggaran tambahan.
“Keuangan daerah harus tetap stabil, dan Samarinda siap menghadapi tantangan fiskal dengan strategi lebih baik. Ke depannya, APBD akan semakin mengandalkan PAD sebagai sumber utama,” ujarnya.
Saat ini, proses pembahasan perubahan APBD 2025 telah memasuki tahap finalisasi di Bapemperda, setelah melalui pembahasan nota kesepakatan KUA-PPAS bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
“Sesuai mekanisme, setiap rancangan perda, termasuk perda anggaran, harus melalui Bapemperda sebelum disahkan,” jelas Yusrul.
Setelah tahap finalisasi, laporan akan disampaikan ke pimpinan DPRD untuk meminta pandangan umum fraksi, disusul jawaban resmi dari pemerintah kota sebelum paripurna persetujuan.
“Pengesahan harus tepat waktu karena Oktober anggaran sudah harus berjalan. Tidak boleh ada keterlambatan,” tegas Yusrul.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





