Samarinda — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, kembali menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam memerangi narkoba, khususnya melalui penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Perda yang digelar di Lantai 3 Gedung Bankaltimtara Prioritas Samarinda, Jalan Awang Long, Kecamatan Samarinda Kota. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat dari wilayah Samarinda dan sekitarnya.
Menurut Andi, Perda ini menjadi dasar hukum penting dalam upaya membangun kesadaran kolektif melawan bahaya narkoba. “Kita tidak boleh lelah menyuarakan ini. Kalau bandar narkoba saja tidak pernah berhenti beroperasi, maka kita pun harus lebih kuat dalam menyebarkan edukasi dan pencegahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak hanya sebatas penindakan. Pencegahan adalah kunci utama. “Penangkapan memang penting, tapi yang utama adalah bagaimana mencegah orang terjerumus sejak awal. Di sinilah peran pendidikan dan sosialisasi,” jelasnya.
Andi menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim terus memperkuat dukungan terhadap BNN Provinsi, termasuk melalui hibah fasilitas dan sarana pendukung dari pemerintah daerah. Ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kinerja BNN dalam menjangkau masyarakat.
Lebih jauh, ia mendorong agar sosialisasi bahaya narkoba bisa masuk ke sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas lokal secara intensif. “Anak-anak muda kita harus dijaga. Narkoba bukan hanya membunuh pelan-pelan, tapi juga merampas masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menampung sejumlah aspirasi masyarakat, salah satunya terkait masalah banjir yang menjadi kekhawatiran warga Samarinda. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir akan menjadi prioritas DPRD dan Pemprov, dengan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir.
“Kita harus serius menangani ini, mulai dari normalisasi sungai, pelebaran saluran air, hingga penguatan infrastruktur di daerah rawan,” tutupnya.
![]()





