SAMARINDA – Inisiasi Pemerintah Kota Samarinda membangun SPBU khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan dukungan dari DPRD. Anggota Komisi III DPRD, Abdul Rohim, menyatakan kebijakan ini positif, dengan sejumlah catatan penting terkait efektivitas dan dampak terhadap keuangan daerah.
Menurut Rohim, SPBU eksklusif bagi ASN bisa menjadi solusi praktis agar pegawai tidak terlambat masuk kerja atau meninggalkan tugas hanya untuk mengisi bahan bakar. Ia menekankan, kendaraan dinas ASN yang menggunakan fasilitas ini akan memakai BBM non-subsidi.
“Saya mendukung selama ini benar-benar meningkatkan kinerja ASN. Tidak ada lagi alasan terlambat atau meninggalkan pekerjaan karena antrean BBM,” kata Rohim, Kamis (25/9/2025).
Rencana pembangunan muncul pasca antrean panjang di SPBU yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Meski kondisi kini mulai membaik, Rohim menilai potensi antrean serupa masih bisa muncul, sehingga perlu antisipasi sejak dini.
Politikus PKS itu menambahkan, SPBU khusus ASN hanya relevan jika dirancang efisien dengan anggaran yang proporsional. Evaluasi menyeluruh menurutnya penting untuk memastikan manfaat program benar-benar terasa.
Pemkot Samarinda telah menggelar beberapa rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan lokasi pembangunan. Kajian awal menyoroti lima titik strategis, termasuk Jalan HAMM Rifaddin, MT Haryono, dan Suryanata.
Rohim menegaskan, pembangunan SPBU tidak boleh sekadar wacana. “Selain mempermudah distribusi BBM bagi pegawai, SPBU khusus ASN juga diharapkan meningkatkan kedisiplinan dan produktivitas kerja,” ujarnya.
Legislator dari PKS ini mendesak agar rencana ini segera dieksekusi dengan perencanaan anggaran yang efisien dan tidak sekadar menjadi wacana. Ia mengingatkan, evaluasi berkala dan transparansi mekanisme operasional menjadi kunci keberhasilan agar SPBU khusus ini benar-benar mendorong produktivitas dan tidak membebani APBD Samarinda.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





