Potretkataa.co, BONTANG – Sebuah mobil dinas milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial, karena terlihat berada di wilayah Kabupaten Berau. Kejadian ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat dikonfirmasi memastikan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran awal terkait dugaan penggunaan kendaraan berpelat merah tersebut di luar kepentingan dinas. Dari hasil konfirmasi sementara, kendaraan tersebut diketahui tidak sedang digunakan untuk urusan kedinasan.
“Itu sudah kamu upayakan buat dikonfirmasi, katanya bukan dalam keadaan dinas,” ujar Neni, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, mobil dinas tersebut memang kerap dipinjamkan, baik kepada pegawai maupun masyarakat umum dengan sejumlah ketentuan. Salah satunya, penggunaan di luar kepentingan dinas tidak ditanggung oleh anggaran pemerintah, termasuk biaya bahan bakar.
“Mobil itu memang sering dipinjam. Bisa dipakai masyarakat atau pegawai, tapi biasanya bukan untuk dinas dan bahan bakarnya ditanggung masing-masing,” tambahnya.
Meski demikian, Pemkot Bontang tidak tinggal diam. Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Nanti akan ada pemeriksaan dari inspektorat, yang dimana dalam aturan ada disiplin ringan, sedang, dan berat. Itu yang akan ditentukan,” tegasnya.
Neni juga menyoroti bahwa kendaraan yang digunakan merupakan mobil dinas dengan pelat merah yang melekat pada jabatan sekretaris, sehingga penggunaannya menjadi perhatian khusus karena berkaitan dengan aset negara.
“Yang jelas itu bukan untuk dinas. Karena itu, tetap akan ada proses penegakan disiplin sesuai aturan,” paparnya.
Pemkot Bontang menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN. Sanksi yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran yang terbukti.
“Pastinya nanti ada sanksi yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran,” tutupnya.
![]()







