Potretkata.co, Bontang – Transparansi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan uji kompetensi ASN di Bontang. Hasil asesmen tidak hanya terdokumentasi secara internal, tetapi juga terintegrasi ke dalam sistem digital milik Badan Kepegawaian Negara.
Melalui sistem ASN Digital BKN, setiap ASN dapat mengakses hasil uji kompetensi secara mandiri melalui akun MyASN masing-masing. Integrasi ini memudahkan pegawai mengetahui posisi kompetensinya sekaligus area pengembangan yang perlu diperkuat.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan bahwa digitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas.
“Dengan sistem terintegrasi, data kompetensi terdokumentasi secara sistematis dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan karier,” ucapnya, Sabtu (11/4/2026).
Kerja sama dengan assessment center terakreditasi memastikan proses asesmen tetap objektif dan bebas intervensi. Meski saat ini belum tersedia mekanisme banding khusus, seluruh tahapan telah dirancang sesuai standar nasional serta menggunakan instrumen terverifikasi.
“Dengan sistem yang transparan dan terdigitalisasi, kepercayaan ASN terhadap proses uji kompetensi akan semakin kuat,” pungkasnya.
Selain itu, integrasi dengan sistem digital juga memungkinkan pembaruan data kompetensi dilakukan secara berkala. Setiap hasil asesmen yang masuk akan menjadi bagian dari rekam jejak kinerja ASN yang dapat dipantau secara berkelanjutan oleh instansi terkait.
Ke depan, pemanfaatan data ini diharapkan tidak hanya berhenti pada evaluasi individu, tetapi juga menjadi dasar perencanaan pengembangan SDM secara lebih strategis. Dengan demikian, kebutuhan pelatihan, promosi, hingga rotasi jabatan dapat disusun lebih tepat sasaran dan berbasis data. (Rae)
![]()







