BONTANG – Kesiapan orang tua menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penempatan siswa inklusi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMP Negeri 1 Bontang.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, mengatakan penentuan siswa inklusi sepenuhnya dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang melalui hasil asesmen serta rekomendasi dari Pusat Layanan Autis (PLA).
“Pada tahun 2025 lalu ada dua siswa inklusi. Rekomendasi langsung dari Disdikbud,” ujar Riyanto, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, selain hasil asesmen psikologis dan domisili calon siswa, kesiapan orang tua juga menjadi faktor penting dalam menentukan penempatan siswa inklusi di sekolah.
“Pertimbangan lainnya juga dari orang tua,” lanjutnya.
Riyanto menjelaskan, keterlibatan orang tua tidak hanya penting dalam tahap penempatan, tetapi juga selama proses pembelajaran di sekolah. Dalam kondisi tertentu, orang tua bahkan diperbolehkan mendampingi anak secara langsung di dalam kelas.
“Pendampingan bisa dilakukan oleh orang tua langsung, tergantung kondisi psikologis siswa di kelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diterapkan secara fleksibel karena tidak semua siswa inklusi memiliki kebutuhan pendampingan yang sama. Kehadiran orang tua diharapkan dapat membantu siswa merasa lebih nyaman dan aman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Meski demikian, pihak sekolah tetap melakukan pemantauan agar pendampingan tidak mengganggu jalannya pembelajaran bagi siswa lainnya. Pendampingan tersebut juga akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan siswa.
“Sekolah berupaya memberikan ruang belajar yang setara dan inklusif bagi semua peserta didik,” tutup Riyanto.(adv)
![]()







