Kukar – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang. Sebanyak 32 warga lanjut usia (lansia) menerima bantuan yang langsung diserahkan pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kelompok rentan.
Yang menjadi prioritas penerima adalah lansia yang mengalami penyakit kronis dan belum tercakup dalam program bantuan sosial lain seperti PKH (Program Keluarga Harapan) maupun BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
Mereka merupakan warga yang hidup dalam keterbatasan, baik dari segi ekonomi maupun akses layanan publik. Kepala Desa Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, mengatakan bahwa skema penyaluran bantuan dilakukan secara tunai agar lebih memudahkan para penerima. “Kalau mau kita transfer juga kasihan, nilai bantuannya kecil dan penerimanya sudah lanjut usia,” ujarnya, Kamis (26/5/2025).
Ketut menjelaskan, kebanyakan lansia penerima BLT tidak memiliki rekening bank dan tinggal di lokasi yang jauh dari pusat layanan keuangan. Penyaluran secara langsung menjadi solusi yang manusiawi agar bantuan bisa segera diterima dan dimanfaatkan.
Penyaluran BLT telah dilakukan secara bertahap. Tiga bulan pertama dibayarkan sekaligus pada Maret, kemudian satu bulan di April, dan kini dilanjutkan untuk bulan berjalan. Mekanisme ini disesuaikan dengan kondisi keuangan desa dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Penetapan daftar penerima dilakukan melalui musyawarah bersama antara perangkat desa, ketua RT, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Proses verifikasi dilakukan dengan ketat untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan.
Sebagian besar penerima merupakan rumah tangga tunggal dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, yang selama ini jarang tersentuh program bantuan besar. Kehadiran BLT Dana Desa menjadi oase di tengah keseharian mereka yang penuh tantangan.
“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban hidup para lansia, dan ke depan tetap bisa kami salurkan secara transparan sesuai aturan,” kata Ketut.
Program ini menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah desa tak hanya soal infrastruktur dan pelayanan administrasi, tetapi juga hadir untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakatnya. (Adv)
![]()







