Potretkata.co, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mematangkan langkah penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) yang direncanakan mulai diberlakukan pada 2026. Kesiapan tersebut didukung oleh penguatan sistem manajemen kepegawaian yang selama ini telah dijalankan secara konsisten.
Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan penerapan manajemen talenta membutuhkan fondasi manajemen ASN yang kuat, terutama dari sisi data kinerja, kompetensi, dan rekam jejak pegawai.
Menurutnya, sistem tersebut menjadi dasar utama dalam menempatkan ASN secara tepat sesuai dengan potensi dan kebutuhan organisasi.
“Manajemen talenta tidak bisa berjalan tanpa data yang akurat dan terukur,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Meski penerapan secara komprehensif baru akan dimulai pada 2026, Sudi menegaskan bahwa prinsip-prinsip manajemen talenta sebenarnya telah diterapkan secara bertahap di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.
Salah satu bentuk implementasi awal tersebut adalah pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilakukan secara objektif, transparan, dan kompetitif berbasis sistem merit.
Praktik seleksi terbuka tersebut dinilai sebagai langkah awal dalam membangun sistem suksesi jabatan yang adil, dengan menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi kepemimpinannya.
Selain itu, dukungan sistem penilaian kinerja berbasis e-Kinerja BKN serta pendokumentasian data kompetensi ASN menjadi instrumen penting dalam menyiapkan ekosistem manajemen talenta yang lebih sistematis.
“Ke depan, penerapan manajemen talenta diharapkan mampu memperkuat profesionalisme ASN sekaligus memastikan keberlanjutan kualitas pelayanan publik di Kota Bontang,” pungkasnya. (Rae)
![]()







