Kukar – Di balik derasnya arus sungai Mahakam, perjuangan para nelayan di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus bergulir. Namun di tengah tantangan klasik seputar permodalan, mereka kini juga harus berjibaku dengan persoalan pemasaran hasil tangkapan. Menjawab persoalan ini, pemerintah kecamatan hadir dengan solusi konkret dan penuh harapan.
Ketergantungan pada pasar lokal dengan harga jual yang fluktuatif membuat pendapatan nelayan kerap tak sebanding dengan usaha yang mereka curahkan di perairan. Melihat kondisi itu, pemerintah Kecamatan Sebulu mulai merintis perubahan mendorong pemanfaatan pemasaran digital dan pembentukan koperasi nelayan.
Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Sebulu, Nurul Yakin, menyebut bahwa pihaknya kini gencar menjalin sinergi dengan dinas terkait guna membuka akses pasar yang lebih luas. “Selama ini hasil tangkapan nelayan hanya beredar di pasar lokal. Padahal, potensinya jauh lebih besar jika bisa menjangkau pasar luar daerah,” jelas Nurul, Selasa (24/6/2025).
Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga yang terjadi saat panen melimpah sering kali menjadi kendala utama bagi nelayan. “Ketika ikan banyak, harga justru turun. Ini membuat penghasilan nelayan sulit diprediksi,” katanya prihatin.
Sebagai solusi, pemerintah memperkenalkan sistem pemasaran online kepada kelompok nelayan. Dengan memanfaatkan teknologi digital, hasil tangkapan dapat dipasarkan secara langsung ke konsumen maupun pedagang dari wilayah lain.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi dan memberikan nilai tambah bagi nelayan. Tak hanya itu, pemerintah kecamatan juga aktif menginisiasi pembentukan koperasi nelayan sebagai upaya memperkuat kelembagaan mereka.
Melalui koperasi, para nelayan akan memiliki wadah yang sah untuk mengatur penjualan bersama, meningkatkan posisi tawar, dan memudahkan akses terhadap berbagai program bantuan. “Koperasi ini penting agar nelayan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan pengelolaan kolektif, harga bisa lebih baik dan lebih stabil,” ujar Nurul.
Lebih jauh, koperasi juga dinilai mampu menjadi sarana penguatan kapasitas nelayan. Pemerintah berkomitmen akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan dalam pengelolaan usaha perikanan serta manajemen pemasaran digital.
Nurul optimistis, jika langkah-langkah ini dijalankan secara konsisten dan kolaboratif, maka nelayan Sebulu bukan hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang menjadi aktor utama dalam ekonomi perikanan daerah. “Kami ingin mereka tidak hanya jadi penangkap ikan, tapi juga pelaku usaha yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
![]()







