Kukar – Lorong Pasar Ramadan 2025 kembali menjadi magnet bagi masyarakat Tenggarong. Berlokasi di kawasan Monumen Pancasila dan Masjid Agung Sultan Sulaiman, pasar ini tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga ruang bagi pelaku usaha kecil untuk bertumbuh dan berkembang selama bulan suci Ramadan.
Antusiasme masyarakat yang tinggi setiap tahun membuktikan bahwa pasar Ramadan telah menjadi bagian dari ekonomi berbasis komunitas. Dengan adanya pasar ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak pembeli.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menegaskan bahwa keberadaan Lorong Pasar Ramadan bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi untuk mendorong kemandirian usaha kecil.
“Kami ingin memastikan UMKM mendapatkan ruang yang layak untuk berkembang. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa semakin mandiri dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Edi Damansyah.
Kolaborasi antara produsen makanan dan pedagang di pasar ini juga menciptakan rantai pasok ekonomi yang lebih kuat. Hal ini tidak hanya meningkatkan omzet para pedagang, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para petani, peternak, dan produsen bahan baku.
Tahun lalu, Lorong Pasar Ramadan mencatat perputaran uang sekitar Rp30 miliar, membuktikan bahwa kegiatan ini memiliki peran besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya.
Namun, di tengah kesibukan berjualan, masyarakat juga diingatkan untuk tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan ibadah. Bupati Edi berharap Ramadan tetap menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual, kebersamaan, dan solidaritas sosial.
“Ekonomi penting, tapi jangan sampai melupakan hakikat Ramadan sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan sosial,” tambahnya.
Pemerintah daerah terus mendorong inovasi dalam penyelenggaraan pasar Ramadan, termasuk dengan penataan lokasi yang lebih baik agar lebih nyaman bagi pengunjung dan pedagang. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Lorong Pasar Ramadan 2025 diharapkan terus menjadi contoh sukses ekonomi berbasis komunitas di Kutai Kartanegara. (Adv)
![]()







