Kukar – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis dalam menekan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Program ini akan berlangsung di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman selama dua hari, mulai 11 April 2025. Asisten II Sekretariat Daerah Kukar, Ahyani Fadiannur Diani, menyatakan bahwa persiapan GPM telah melalui rapat internal guna memastikan efektivitas program ini.
“Kami sudah melakukan koordinasi internal untuk mempersiapkan GPM sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di Kukar,” ujarnya pada Senin (10/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pengusaha ayam di Kukar akan berpartisipasi dengan menyediakan daging ayam dengan harga pokok.
Selain itu, Pemkab Kukar juga telah menjalin kerja sama dengan Bulog untuk mendistribusikan beras dalam jumlah besar yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog agar distribusi beras mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri,” tambah Ahyani.
Selain menekan harga melalui GPM, pemerintah daerah juga terus memperkuat pengawasan harga bahan pokok melalui tim pengendali inflasi daerah. Tim ini aktif melakukan survei pasar dan analisis harga guna mengidentifikasi potensi lonjakan, terutama pada komoditas utama seperti beras dan cabai.
“Kami terus memantau harga, khususnya beras dan cabai, karena keduanya memiliki dampak besar terhadap inflasi,” jelas Ahyani.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kukar juga berfokus pada pemberdayaan petani lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Dengan meningkatkan produksi dalam negeri, diharapkan harga bahan pokok tetap stabil dan lebih terjangkau bagi masyarakat.
Melalui berbagai langkah ini, pemerintah berharap masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran tanpa harus khawatir dengan lonjakan harga. (Adv)
![]()







