BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan dua agenda budaya, Erau Pelas Benua Guntung dan Pesta Laut Bontang Kuala, tetap masuk kalender rutin tahunan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan pelaksanaan dua tradisi ini bukan hanya formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas daerah.
“Ini sudah jadi tradisi lama, bukan kegiatan baru. Jadi wajib kita jaga, wajib dilaksanakan setiap tahun,” ucapnya.
Erau Pelas Benua di Kelurahan Guntung merupakan ritual adat Kutai yang dikenal sebagai prosesi tolak bala dan pembersihan kampung. Sedangkan Pesta Laut Bontang Kuala menjadi bentuk syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah.
Kedua agenda ini juga selalu diramaikan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, pertunjukan seni, hingga kuliner khas daerah.
Menurutnya, dampaknya tidak hanya pada pelestarian budaya. Perputaran ekonomi masyarakat juga ikut terdorong saat kegiatan berlangsung.
“Kalau ada kegiatan seperti ini, pasti ada pergerakan ekonomi. UMKM hidup, kunjungan orang juga meningkat,” katanya.
Selain itu, Disdikbud juga melihat dua agenda ini memiliki nilai edukasi yang kuat dan bisa dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran.
“Harapannya tidak hanya berdampak pada pengunjung dan UMKM, tapi juga memberikan edukasi budaya bagi masyarakat,” pungkasnya.(adv)
![]()







