Potretkata, Bontang – Tekanan kerja tinggi di kota industri seperti Bontang membuat para pekerja rentan mengalami burnout. Dokter psikiater RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dewi Maharni, M.Sc, Sp.KJ, mengingatkan bahwa pencegahan burnout bisa dilakukan dengan mengelola stres sejak dini dan menjaga keseimbangan hidup.
“Burnout itu bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Biasanya dimulai dari stres berkepanjangan yang tidak diatasi. Lama-kelamaan, seseorang bisa merasa lelah secara fisik, emosional, dan mental,” ujar dr. Dewi Senin (24/2/2025).
Ia menyarankan para pekerja untuk mulai mempraktikkan manajemen waktu, terutama saat menghadapi deadline pekerjaan.
“Jangan menumpuk tugas. Jika tahu ada pekerjaan besar, bagi waktu dengan baik. Ketika semua menumpuk, stres akan semakin berat,” ucapnya.
Selain itu, dr. Dewi juga mengingatkan pentingnya komunikasi di tempat kerja. Ia mengimbau, para pekerja jangan malu bertanya jika ada tugas yang tidak dipahami. Menurutnya, terkadang pekerja takut terlihat lemah jika bertanya, padahal hal tersebut penting agar beban kerja tidak terasa semakin berat.
Bagi pekerja yang sudah merasakan tanda-tanda stres seperti mudah marah, sulit tidur, dan sering cemas, penting untuk mengambil waktu rehat.
“Liburan tak harus mahal atau jauh. Cukup luangkan waktu bersama keluarga, ajak anak bermain, atau sekadar jalan-jalan ke taman. Intinya, beri jarak antara diri dan pekerjaan sejenak,” imbuhnya.
Jika gejala stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, dr. Dewi menganjurkan pekerja untuk segera berkonsultasi ke psikiater. Di RSUD Taman Husada Bontang, penanganan burnout dilakukan melalui psikoterapi untuk membantu pasien mengenali sumber kecemasannya dan menemukan cara terbaik mengatasinya.
“Setiap kontrol, kami akan evaluasi. Apakah pasien sudah bisa mengatur emosinya, atau masih kesulitan menghadapi tekanan kerja. Jika butuh, kami juga bisa memberi obat agar mereka bisa tidur nyenyak atau meredakan ketegangan,” jelas dr. Dewi.
Semua layanan ini bisa diakses menggunakan BPJS Kesehatan.
“Jangan tunggu sampai stres menjadi burnout. Jika merasa ada tanda-tanda kelelahan mental, segera konsultasi. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” tutupnya. (Adv/Ira)
![]()







