LONG MESANGAT — Dari sepetak pekarangan, warga Desa Long Mesangat mulai menanam harapan. Melalui tanaman obat keluarga (TOGA), kelompok perempuan desa yang tergabung dalam Dasa Wisma Seruni tidak hanya menanam rimpang dan daun, tetapi juga merintis kemandirian ekonomi di wilayah pedalaman Kutai Timur.
Ketua TP PKK Kutim, Ny Hj Siti Robiah, datang langsung ke desa ini untuk menyaksikan bagaimana TOGA bukan lagi sekadar tanaman pelengkap halaman rumah. Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan TOGA telah memasuki fase baru, dari konsumsi rumah tangga menjadi peluang usaha.
“Memanfaatkan tanaman toga sebagai keperluan keluarga dan kelompok itu sudah baik, tapi jika bisa menghasilkan nilai ekonomis maka akan lebih bermanfaat,” katanya saat kunjungan beberapa waktu lalu.
Ia menilai TOGA memiliki khasiat kesehatan yang luas. Dari meredakan batuk dan flu, hingga meningkatkan imunitas karena kandungan vitamin dan antioksidan. Namun yang lebih penting, menurutnya, TOGA bisa diolah menjadi produk herbal yang layak jual, seperti teh rempah, jamu, minyak atsiri, hingga bumbu dapur.
Yanu Kusuma Astuti, Ketua Dasa Wisma Seruni, menyampaikan bahwa kelompoknya mulai bergerak sejak Januari 2025. Mereka kini memiliki struktur organisasi lengkap dengan tim promosi dan produksi. Selain TOGA, mereka juga mengembangkan kerajinan bambu.
“Dasa Wisma Seruni memiliki tim promosi, tim produksi, dan penanggung jawab. Bahkan, kami sudah merintis program UMKM berbasis TOGA dengan menggunakan pupuk organik,” ungkap Yanu.
Camat Long Mesangat Rafichin mendukung penuh semangat warga. Menurutnya, jarak dari perkotaan tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah.
“Keterbatasan serta jarak dari perkotaan tidak boleh menjadi penghalang untuk memacu semangat berubah dan maju,” ujarnya.
Kisah dari Long Mesangat menjadi bukti bahwa gerakan ekonomi bisa tumbuh dari tangan-tangan perempuan desa. Dari pekarangan rumah, mereka mulai membangun ketahanan keluarga dan komunitas, satu tanaman obat, satu anyaman bambu, satu ide mandiri dalam satu waktu.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()







