Samarinda – Persoalan sampah di Kota Samarinda dinilai tidak hanya berkaitan dengan fasilitas pengangkutan, tetapi lebih pada perilaku masyarakat. Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng, menegaskan bahwa kedisiplinan warga menjadi faktor penentu dalam menjaga kebersihan kota.
“Masalah utamanya bukan lagi soal kurangnya kendaraan pengangkut, tapi kedisiplinan warga. Edukasi soal waktu buang sampah sudah lama jalan, tinggal kesadaran kita saja yang perlu ditingkatkan,” ujar Ronald, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, pemerintah kota telah menunjukkan langkah nyata melalui inspeksi rutin ke lokasi penumpukan sampah.
“Pemkot tidak hanya duduk di balik meja, mereka turun langsung ke lapangan. Ini langkah konkret dan patut diapresiasi,” tambahnya.
Selain pengawasan, dukungan teknis juga diperkuat. Sebanyak 26 unit motor bak telah dibagikan ke wilayah padat penduduk untuk membantu pengangkutan sampah.
“Saya hadir langsung saat penyerahan puluhan motor bak itu. Artinya, perbaikan sedang berlangsung, tinggal bagaimana warga turut serta menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Ronald.
Ia mengingatkan, semua upaya tersebut akan sia-sia jika warga tidak ikut terlibat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan atau di luar jadwal disebut menjadi penyebab utama penumpukan di sejumlah titik.
“Kita bicara soal kualitas hidup. Maka menjaga kebersihan adalah tanggung jawab kolektif pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus jalan beriringan,” pungkasnya. (ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





