Kukar – Inovasi produk rumahan dari desa kini makin menunjukkan taringnya di pasar nasional. Salah satunya datang dari Desa Loa Sumber, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang berhasil memasarkan keripik tempe hasil olahan Tim Penggerak PKK hingga ke ibu kota negara.
Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengungkapkan bahwa sekitar seribu bungkus keripik tempe telah dikirim ke Jakarta belum lama ini. Capaian ini menjadi bukti bahwa produk unggulan desa mampu bersaing di luar daerah, bahkan menembus pasar yang lebih luas. “Alhamdulillah, kita sudah mengirim sekitar seribu bungkus ke Jakarta. Baru-baru ini berangkat,” ucap Sukirno, Senin (23/06/2025).
Usaha keripik tempe tersebut telah digarap oleh ibu-ibu PKK Desa Loa Sumber sejak dua tahun terakhir. Menurut Sukirno, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian lokal, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan perempuan di wilayahnya.
Kesuksesan ini, lanjut Sukirno, tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Multi Harapan Utama (MHU) yang berperan dalam membantu distribusi produk ke luar daerah. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan pemasaran ke wilayah lain di Indonesia.
Namun, menariknya, keripik tempe Loa Sumber justru belum tersedia di pasar lokal Kecamatan Loa Kulu maupun pusat perbelanjaan di Kalimantan Timur. Hal ini terjadi karena kapasitas produksi masih difokuskan untuk memenuhi permintaan dari Jakarta yang terus meningkat. “Saat ini kami masih fokus memenuhi permintaan dari Jakarta, sehingga belum bisa mengakomodasi pasar lokal,” jelasnya.
Meski demikian, pihak desa tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk pasar di Kalimantan Timur. Selain peningkatan produksi, inovasi rasa juga sedang dirancang agar produk tidak monoton.
“Saat ini masih rasa original. Ke depan kita akan mencoba inovasi rasa baru agar produk ini makin berkembang dan menarik lebih banyak pembeli,” ujar Sukirno.
Menurutnya, dampak ekonomi dari usaha ini cukup signifikan bagi ibu-ibu PKK yang terlibat, baik dalam bentuk peningkatan penghasilan rumah tangga maupun pengembangan keterampilan berwirausaha. Ia berharap usaha ini terus berkembang dan menjadi solusi pengurangan pengangguran di tingkat desa.
“Mudah-mudahan ini bisa menekan angka pengangguran, terutama bagi perempuan melalui Tim PKK. Kami optimistis ke depan, keripik tempe Loa Sumber bisa menjadi produk kebanggaan daerah,” tutupnya. (Adv)
![]()







