Kukar – Pemerintah Desa (Pemdes) Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong potensi wisata lokal sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Salah satu yang kini tengah menjadi perhatian adalah pengembangan destinasi wisata air terjun yang telah lama menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dalam dua tahun terakhir, Pemdes Perjiwa gencar melakukan berbagai pembenahan dan penataan di kawasan tersebut. Mulai dari perbaikan fasilitas umum, area bersantai, hingga akses jalan menuju lokasi wisata, semuanya menjadi prioritas demi menciptakan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. “Kita perbaiki tempat-tempat gazebo dan tempat mandi,” ungkap Kepala Desa Perjiwa, Erik Nur Wahyudi, Selasa (17/6/2025).
Tidak hanya fasilitas di dalam kawasan air terjun, peningkatan juga dilakukan pada infrastruktur penunjang, seperti jalan masuk dan akses luar yang kini sudah jauh lebih nyaman dilalui. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi wisatawan yang sebelumnya terkendala kondisi jalan yang kurang mendukung. “Alhamdulillah, kalau jalan masuk sudah pengerasan, dan yang di luar sudah kita semenisasi,” terang Erik, menggambarkan progres signifikan yang telah dicapai Pemdes.
Erik menjelaskan, pengembangan wisata ini tidak hanya untuk menarik pengunjung semata, tetapi juga memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu mendongkrak ekonomi warga, terutama mereka yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di sekitar lokasi wisata. “Dampaknya nanti pasti untuk warga kita, terutama yang berjualan di situ,” ujarnya.
Langkah-langkah konkret yang dilakukan Pemdes Perjiwa menjadi bukti nyata bahwa desa juga mampu menjadi penggerak pembangunan dari bawah. Sinergi antara semangat warga dan kepedulian pemerintah desa menciptakan energi positif yang diharapkan dapat membawa perubahan berkelanjutan.
Meskipun demikian, Erik mengakui masih ada tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait rencana pengembangan wisata danau yang masih belum menemui titik temu dengan pihak pengelola. “Kalau yang danau ini kita belum berkomunikasi, karena dari pihak mereka tidak mau lagi bekerja sama dengan kita,” tuturnya.
Namun, semangat tak surut. Pemdes Perjiwa terus membuka ruang untuk kolaborasi dan inovasi di bidang pariwisata, dengan harapan bisa membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. (Adv)
![]()







