Samarinda – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda yang tengah berjalan mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Samarinda. Salah satu sorotan utama adalah kekhawatiran terhadap nasib para pedagang lama yang berisiko tergusur dalam proses penataan ulang pasca renovasi.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, meminta Pemerintah Kota untuk menjamin keberlanjutan usaha para pedagang yang telah lama beraktivitas di pasar tersebut, terutama mereka yang memiliki surat izin resmi.
“Segera kembalikan pedagang lama ke Pasar Pagi dan pastikan mereka mendapatkan lapak sesuai surat resminya. Itu yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujar Rohim, Rabu (2/7/2025).
Ia menilai ketidakjelasan soal alokasi lapak berpotensi menimbulkan ketegangan antarpedagang, terutama jika pedagang baru justru mendapat ruang lebih dulu. Selain itu, DPRD juga menerima sejumlah aduan mengenai ukuran kios yang kini lebih sempit dari sebelumnya.
“Dulu mereka bisa menyimpan barang dagangan di satu-dua lapak, sekarang dimensinya lebih kecil. Tentu ini mengganggu aktivitas usaha mereka,” tambahnya.
Meski menyambut baik langkah modernisasi pasar, seperti integrasi dengan layanan digital dan fasilitas live streaming bagi pedagang daring, Rohim mengingatkan agar inovasi tersebut tidak merugikan pedagang tradisional yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi pasar.
“Kebijakan ini bagus, tapi jangan sampai menyisihkan mereka yang sudah lama berdagang di sana,” tegas politisi dari Komisi III itu.
DPRD menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi dalam setiap tahap penataan ulang. Pemerintah diminta untuk melibatkan para pedagang dalam proses sosialisasi maupun pengambilan kebijakan, agar tidak terjadi miskomunikasi dan gejolak sosial di lapangan.
Rohim menekankan bahwa pendekatan berbasis keadilan dan data yang akurat akan menjadi kunci sukses revitalisasi. Ia berharap Pasar Pagi bisa kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang tidak hanya modern, tapi juga tetap berpihak pada pelaku usaha kecil yang telah lama bertahan di sana.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





