SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, melaporkan bahwa pembangunan Terowongan Samarinda telah memasuki fase akhir dengan progres mencapai 90 persen, meskipun masih memerlukan beberapa tahapan penyelesaian sebelum dapat dioperasikan.
Dalam keterangannya, Deni menyampaikan bahwa konstruksi utama terowongan telah rampung dan kini berada dalam tahap pengerjaan detail akhir. Proses ini meliputi pengecoran badan jalan dan elemen finishing lainnya yang harus diselesaikan dengan cermat untuk memastikan keamanan dan kualitas infrastruktur.
“Kalau tentang target kan sebenarnya sudah tembus, tapi kan ini masih finishing. Di bulan April mereka mengajukan izin uji coba ke pusat untuk menguji apakah aman atau tidak. Itu biasanya memakan waktu 1-3 bulan, tapi semoga ya cepat dan faktor keamanannya teruji ya, karena masyarakat Samarinda tidak sabar sudah mau lihat terowongan itu,” ujar Deni.
Deni menjelaskan bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan penundaan dalam penyelesaian proyek strategis ini. Pertama, adanya perubahan desain yang memerlukan waktu tambahan dalam proses perencanaan. Kedua, tantangan teknis berupa keberadaan anak sungai kecil di bawah jalur terowongan yang mengharuskan penyesuaian metode konstruksi.
“Penyebab agak lambat kan karena ada perubahan desain, kan lama juga prosesnya untuk pembuatan desain. Dan kedua itu karena ada anak sungai kecil di bawahnya, tapi secara bangunan cepat selesainya,” jelasnya.
Komisi III DPRD Kota Samarinda telah menjadwalkan kunjungan kerja ke lokasi proyek setelah perayaan Idulfitri untuk memantau perkembangan terkini dan mendapatkan informasi yang lebih akurat mengenai estimasi waktu operasional.
“Kami mau lihat juga nanti mungkin habis lebaran dan mau minta estimasi terkait kapan bisa digunakan,” ujarnya.
Deni menyampaikan harapannya agar Terowongan Samarinda dapat menjadi landmark baru yang meningkatkan citra kota sekaligus membawa dampak positif bagi kawasan sekitarnya, terutama Pasar Pagi yang selama ini dikenal dengan kondisi yang kurang optimal.
“Harapan kita ya bisa jadi ikon baru kota Samarinda dan bisa menambahkan keamanan dan kenyamanan kota Samarinda, khususnya Pasar Pagi ya yang dulu kumuh dan tidak aman sekarang menjadi jauh lebih baik dan animo pasar bisa lebih meningkat,” tuturnya.
Sebelum dapat digunakan oleh masyarakat, terowongan ini akan menjalani serangkaian uji coba keamanan yang akan dilaksanakan oleh pihak berwenang. Deni menekankan pentingnya memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi demi keamanan dan kenyamanan para pengguna infrastruktur ini di masa mendatang. (ADV/DPRDSMR/GB)
![]()






