Kukar – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, ulama dan pemerintah bersinergi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program Ulama Peduli Inflasi (UPI). Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi yang lebih bijak guna menekan inflasi.
Kegiatan yang merupakan undangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ini diikuti secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar dan sebagian lainnya mengikuti secara daring pada Senin, 10 Maret 2025.
Asisten 2 Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kukar, Ahyani Fadiannur Diani, menekankan pentingnya peran ulama dalam membantu pemerintah menyosialisasikan langkah-langkah pengendalian inflasi kepada masyarakat.
“Ulama memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Dengan melibatkan mereka, edukasi mengenai pola konsumsi dan pembelian bahan pokok bisa lebih efektif,” ujarnya.
Sebagai upaya konkret, pemerintah juga menggelar rapat koordinasi inflasi untuk membahas ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GMP) akan dilaksanakan di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Tenggarong pada 11-12 April, guna menyediakan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
“GMP ini adalah salah satu strategi utama dalam menekan inflasi di Kukar,” jelas Ahyani.
Saat ini, inflasi di Kukar masih terkendali, bahkan tercatat sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan inflasi terbaik di Kalimantan Timur dan secara nasional.
Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga pada beberapa komoditas utama seperti beras, cabai, telur, ayam, dan daging sapi.
Kabar baiknya, harga cabai yang sempat mencapai Rp110.000-Rp120.000 per kilogram kini telah turun menjadi sekitar Rp80.000 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha ayam dan Bulog, guna menyalurkan bahan pangan dengan harga lebih terkendali melalui program GMP.
“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga stabil dan sekaligus menekan laju inflasi,” tutup Ahyani. (Adv)
![]()







