Potretkata, Bontang – Bagi penderita asam urat, mengatur pola makan menjadi kunci utama untuk mencegah serangan nyeri sendi. Nutrisionis RSUD Taman Husada Bontang, Anik Budiany, S.Gz, memberikan edukasi terkait makanan yang harus dihindari agar kadar asam urat dalam tubuh tetap terkendali.
Menurutnya, penderita asam urat harus sangat selektif memilih sumber protein. Seperti jeroan sapi atau usus, babat, hati, otak serta kaldu sapi, memiliki kandungan purin yang tinggi dan bisa memperburuk kadar asam urat.
Selain jeroan, ia juga mengingatkan agar menghindari daging bebek dan ikan sarden. Kandungan purin dalam kedua makanan ini bisa memicu serangan asam urat.
“Semakin tinggi kandungan purin, semakin besar risiko nyeri sendi kambuh,” katanya ungkapnya.
Sebagai gantinya, dirinya menyarankan sumber protein yang lebih aman, seperti tahu, tempe, dan daging ayam tanpa kulit, terutama bagian dada. Misalnya protein nabati dari tahu dan tempe bisa menjadi alternatif sehat, asalkan tidak digoreng. Selain itu, hindari tempe goreng karena lemak jenuh dari minyak bisa memicu peradangan.
Ia juga menyarankan penderita asam urat untuk banyak minum air putih guna membantu membuang kelebihan asam urat dari tubuh.
“Minumlah air putih minimal 2 liter sehari agar ginjal bisa bekerja optimal dalam membuang zat sisa, termasuk asam urat,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penderita asam urat untuk rutin berkonsultasi dengan dokter atau nutrisionis, agar pola makan yang diterapkan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan edukasi ini, diharapkan penderita asam urat lebih memahami pentingnya mengatur pola makan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.
“Jangan asal diet atau mengurangi makan secara drastis. Pola makan yang sehat itu soal keseimbangan, bukan sekadar menghindari makanan tertentu,” tegas Any. (Adv/Ira)
![]()







