SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, memberikan tanggapannya atas percepatan pembangunan kota yang kian terasa. Dalam sebuah sesi Dialog Publika di TVRI yang berlangsung beberapa waktu lalu, Arif mengapresiasi kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik Samarinda, sembari menekankan pentingnya evaluasi terhadap dampak ekologis yang menyertainya.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Samarinda yang mencapai 8,64 persen jauh berada di atas rata-rata nasional yang hanya menyentuh angka 5,05 persen. “Laju pembangunan kita luar biasa, fisiknya terlihat jelas,” ujar Arif.
Beberapa proyek besar seperti Teras Samarinda, Pasar Pagi, dan stadion menjadi contoh nyata kemajuan infrastruktur yang kini bisa dinikmati masyarakat. Namun di balik semangat pembangunan tersebut, Arif menyoroti munculnya dampak lingkungan yang mulai menimbulkan korban jiwa.
“Realitanya sekarang ada korban, artinya harus ada yang kita evaluasi dan selesaikan,” katanya, mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak boleh mengabaikan krisis ekologi yang terjadi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Arif menekankan pentingnya pendekatan berbasis kajian ilmiah. Ia menilai, solusi harus dilandasi oleh pemahaman menyeluruh tentang penyebab bencana dan disusun dengan melibatkan para pakar di bidang lingkungan.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya koordinasi lintas wilayah. Menurutnya, persoalan ekologis di Samarinda tidak bisa ditangani secara sepihak.
“Ini bukan masalah sendiri, semua pihak harus duduk bareng. Gubernur, kabupaten, dan kota sekitar juga harus terlibat,” jelasnya.
Kerja sama lintas pemerintah daerah dinilainya sebagai kunci agar solusi yang dihasilkan bersifat menyeluruh dan tidak parsial.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Samarinda disebut akan terus berperan aktif dalam memberi masukan dan mengawal kebijakan pembangunan agar lebih berkelanjutan. Arif menegaskan bahwa fungsi kontrol akan terus dijalankan demi menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Ia berharap arah pembangunan di masa mendatang tidak hanya fokus pada aspek fisik dan ekonomi semata, tetapi juga menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai pilar utama. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas dan merata oleh seluruh warga Samarinda.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





