Potretkata.co, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam reformasi birokrasi dengan meraih nilai Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) sebesar 87,81, tertinggi se-Regional VIII Kalimantan Tahun 2026. Capaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan hattrick atau keberhasilan tiga tahun berturut-turut sejak 2024 hingga 2026, yang menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjaga kualitas aparatur sipil negara.
Nilai IPASN Tahun 2026 tersebut meningkat sebesar 1,31 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 86,50. Kenaikan ini menegaskan bahwa pembinaan kepegawaian di lingkungan Pemkot Bontang tidak hanya stabil, tetapi terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Dari total 46 instansi di Regional Kalimantan, Bontang berhasil mempertahankan posisi puncak dengan capaian IPASN tertinggi. Keberhasilan ini mencerminkan strategi pengelolaan ASN yang dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan berbasis kinerja yang terukur.
Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, menyampaikan bahwa capaian IPASN yang tinggi tidak terlepas dari komitmen kuat pimpinan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang profesional. Ia menilai kebijakan yang konsisten menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan kualitas ASN.
Menurutnya, IPASN merupakan indikator penting yang dirilis oleh BKN untuk mengukur kualitas ASN melalui empat dimensi utama, yakni kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan disiplin.
“Tingginya nilai 87,81 yang diraih menunjukkan bahwa keempat aspek tersebut berjalan optimal di Bontang,” tuturnya, Sabtu (25/4/2026).
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan bahwa capaian ini juga didukung oleh kerja kolektif dalam pengelolaan data kepegawaian. Ia menyebutkan bahwa nilai nominatif IPASN Tahun 2026 terdiri dari dimensi kompetensi sebesar 34,09 poin, kinerja 26,82 poin, kualifikasi pendidikan 21,91 poin, dan disiplin 4,99 poin.
Ia menambahkan bahwa proses pengumpulan data yang akurat dan kolaboratif menjadi kunci dalam menghasilkan capaian IPASN yang tinggi. Hal ini menunjukkan keseriusan seluruh perangkat daerah dalam mendukung sistem manajemen ASN yang transparan dan akuntabel.
Dengan capaian nilai IPASN 87,81 dan keberhasilan mempertahankan posisi tertinggi selama tiga tahun berturut-turut, Pemkot Bontang semakin memperkuat posisinya sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan ASN di Kalimantan.
“Prestasi ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan,” tutupnya. (Rae)
![]()






