Potretkata.co, Bontang – Budaya belajar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) terus didorong melalui berbagai inovasi. Salah satunya lewat program Bekaji (Belajar dan Kaji) yang digagas BKPSDM Bontang sebagai wadah peningkatan kapasitas secara kolektif.
Pada seri kedua ini, tema yang diangkat berfokus pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan publik. Topik tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan ASN di tengah percepatan digitalisasi pemerintahan.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring pada 27 April 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Peserta tidak hanya berasal dari lingkup pemerintah daerah, tetapi juga terbuka untuk umum.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menyampaikan bahwa Bekaji dirancang sebagai ruang belajar yang fleksibel namun tetap berkualitas. Ia ingin memastikan ASN memiliki akses terhadap pengetahuan terbaru tanpa terkendala waktu dan tempat.
Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam webinar ini juga dibuat interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami materi. Diskusi dan praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
“Bekaji bukan sekadar webinar, tapi ruang belajar bersama agar ASN bisa terus berkembang dan tidak tertinggal oleh perubahan zaman,” katanya, Jumat (24/4/2026).
Program ini juga memberikan insentif berupa e-sertifikat bagi peserta yang mengikuti melalui Zoom. Dengan kuota terbatas, peserta didorong untuk segera mendaftar agar tidak kehilangan kesempatan.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan belajar berkelanjutan di kalangan ASN. Tidak hanya mengikuti pelatihan formal, tetapi juga aktif mencari pengetahuan baru secara mandiri.
Sudi Priyanto menegaskan, penguasaan teknologi seperti AI akan sangat menentukan kualitas pelayanan publik ke depan.
“Kami ingin ASN Bontang tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Rae)
![]()






