BONTANG – SMP Negeri 3 Bontang mengambil langkah untuk memastikan anak-anak pesisir tetap melanjutkan pendidikan, terutama dari wilayah Malahing.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap risiko putus sekolah yang masih terjadi di kawasan tersebut.
Kepala SMPN 3 Bontang, Mukono, mengatakan pihaknya tidak ingin ada anak yang terhenti pendidikannya hanya karena keterbatasan akses.
“Yang penting anak-anak ini tetap sekolah. Itu yang jadi perhatian kami,” ujarnya
Ia mengungkapkan, kondisi sosial di wilayah pesisir menjadi salah satu alasan sekolah membuka ruang lebih luas bagi calon siswa.
Menurutnya, masih ditemukan anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar.
“Di sana itu, setelah SD ada yang tidak lanjut. Bahkan ada yang sudah menikah di usia muda. Ini yang kami khawatirkan,” jelasnya.
Karena itu, pihak sekolah berkomitmen memberikan kesempatan bagi siswa pesisir untuk tetap diterima, dengan menyesuaikan skema penerimaan yang ada.
Mukono juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan warga Malahing setelah melihat langsung kondisi di lapangan.
“Saya pernah datang langsung ke sana. Jadi saya sampaikan, kalau anak-anak mau sekolah, kami siap terima,” katanya.
Selain itu, sekolah juga melakukan penyesuaian dalam proses penerimaan agar siswa dari wilayah pesisir tetap bisa terakomodasi tanpa melanggar aturan yang berlaku. Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas.
“Sekaligus menekan angka putus sekolah di wilayah pesisir Bontang,” tuturnya.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menambahkan upaya yang dilakukan sekolah tersebut sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam menangani anak putus sekolah.
Menurutnya, seluruh satuan pendidikan didorong untuk aktif mengambil peran dalam memastikan setiap anak tetap mendapatkan akses pendidikan.
“Kami selalu tekankan utananya sekplah yang masih mencakup wilayah pesisir untuk dapat menampung mereka,” pungkasnya.(adv)
![]()







