KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi pelaksanaan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap bantuan pendidikan pada tahun berikutnya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memajukan jadwal pendaftaran 2027 agar tidak berbenturan dengan program Gratispol milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, mengatakan pemerintah daerah menargetkan pendaftaran beasiswa tahun depan dapat dibuka paling lambat Februari atau Maret. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan setelah ditemukan kendala pada pelaksanaan pendaftaran tahun ini.
Pada 2026, pembukaan pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik bertepatan dengan proses pendataan calon penerima Gratispol. Akibatnya, sejumlah calon pendaftar beasiswa daerah tidak dapat melanjutkan proses karena sudah tercatat sebagai calon penerima program provinsi.
Untuk mengantisipasi persoalan serupa, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dalam koordinasi tersebut, disepakati pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki program beasiswa akan membuka pendaftaran lebih dahulu sebelum pendaftaran Gratispol dimulai.
“Disepakati bahwa pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki program beasiswa akan membuka pendaftaran lebih dahulu. Setelah pendaftaran daerah ditutup, barulah pemerintah provinsi membuka pendaftaran program Gratispol,” ujar Fathul, Minggu (25/10/2026).
Di sisi penyaluran, bantuan Beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2026 telah diberikan kepada penerima dari sejumlah kategori. Beasiswa stimulan tingkat SMA, beasiswa prestasi di madrasah, serta bantuan pendidikan jenjang S1 telah tersalurkan seluruhnya.
Penyaluran juga mencakup beasiswa tematik tahap pertama kepada tiga penerima. Sementara bantuan pendidikan bagi santri pondok pesantren disalurkan pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri.
Fathul merinci, bantuan untuk beasiswa stimulan dan tematik tahap pertama mencapai Rp16 miliar. Ditambah bantuan pendidikan bagi santri sebesar Rp6,5 miliar, total penyaluran beasiswa pada 2026 berada di kisaran Rp22,5 miliar.
“Dengan demikian, total penyaluran tahap pertama tahun 2026 berada di kisaran Rp22,5 miliar,” jelasnya.
Untuk jumlah penerima, Pemkab Kukar berkomitmen menjaga kuota beasiswa pada 2027 minimal setara dengan tahun ini. Pada 2026, jumlah penerima tercatat berada di kisaran 3.700 orang.
Salah satu perhatian dalam evaluasi berikutnya adalah beasiswa tematik kesehatan. Dari 156 kuota yang disiapkan untuk bidang kesehatan, termasuk dokter umum, perawat, bidan, psikologi klinis, dan dokter spesialis, hingga wawancara berlangsung baru 32 kuota yang terisi.
Menurut Fathul, beasiswa tematik kesehatan mencakup pembiayaan kuliah dari semester pertama hingga semester kedelapan, biaya hidup, serta uang saku. Penerima juga akan bekerja di tempat yang telah ditetapkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena tingkat keterisian kuota masih terbatas, sosialisasi program akan diperkuat pada 2027. Pemkab Kukar berencana berdiskusi dengan mahasiswa dan forum kemahasiswaan untuk menemukan metode penyampaian informasi yang lebih efektif.
Melalui evaluasi tersebut, Pemkab Kukar berharap pendaftaran beasiswa tahun depan berjalan lebih tertata, kuota penerima dapat dipertahankan, dan kesempatan masyarakat mengakses bantuan pendidikan semakin luas. Beasiswa tematik kesehatan juga diharapkan mampu menarik lebih banyak calon penerima sesuai kebutuhan daerah.(Adv)
![]()







