SANGATTA – PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menjalankan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Urang Sengata Berdaya (USB) Batch II. Program tersebut ditandai dengan penyaluran bantuan modal usaha stimulan senilai Rp125 juta kepada 25 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masyarakat Kutai Sangatta.
Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Penyerahan bantuan dilakukan kepada anggota Lembaga Adat Besar Kutai Sangata dan Lembaga Adat Kutai Sangata dalam acara penutupan program yang berlangsung di Balai Pertemuan Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan itu ditutup langsung oleh Act Manager Community Empowerment (CE) KPC Muhammad Yusuf.
Tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan modal, USB Batch II juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan pendampingan usaha. Program yang digagas Departemen Community Empowerment melalui Local Business Development (LBD) KPC tersebut melibatkan Koperasi Insan Tangguh Sejahtera (KiTS) sebagai mitra pelaksana, dengan peserta yang berasal dari masyarakat Kutai di Sangatta.
Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Elysabeth Artikawati yang mewakili Camat Sangatta Utara menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun KPC bersama pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi dan usaha baru, terutama di bidang kuliner,” ujarnya.
Salah seorang peserta, Nur Diani, mengaku merasakan dampak nyata setelah mengikuti Program USB sejak Batch I pada 2023. Pemilik usaha Jabersa (Jasa Bersih Rumah Sangatta) itu mengatakan bantuan modal sebelumnya dimanfaatkan untuk membeli mesin potong rumput, gergaji mesin, dan water jet pump yang menunjang operasional usahanya.
Ia menuturkan, pelatihan yang diterimanya juga memberikan pemahaman mengenai tata kelola bisnis dan pencatatan keuangan.
“Awalnya saya tidak memiliki modal usaha serta belum memahami pembukuan. Sekarang usaha dapat dikelola lebih baik dan omzet mulai mengalami peningkatan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Adat Kutai Sengata sekaligus pemilik usaha Mega Flowers, Mega Soraya, berharap pelaksanaan USB dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di masa mendatang.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, terutama KPC, telah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan terutama KPC yang telah mendukung program USB. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berjalan dan jumlah pesertanya semakin bertambah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Superintendent LBD KPC Faizal menjelaskan USB Batch II diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Lembaga Adat Besar Kutai Sengata, Lembaga Adat Kutai Sangata, dan Persatuan Purnabakti Karyawan (PPK) KPC. Setelah pelatihan selesai, peserta masih akan mengikuti 12 kali pertemuan, tiga sesi kelas kewirausahaan, serta pendampingan usaha hingga satu tahun.
Menutup kegiatan, Muhammad Yusuf menegaskan bahwa KPC akan terus menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“KPC merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Kutai Timur. Kami akan terus menjadi katalisator pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.(adv)
![]()







