SAMARINDA – Peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata di Samarinda. Data Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) menempatkan ibu kota Kaltim ini di posisi teratas kasus penyalahgunaan narkoba. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena banyak remaja yang ikut terseret dalam lingkaran pergaulan berisiko.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Markaca, menilai keluarga harus menjadi benteng pertama. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam pengawasan dan komunikasi sehari-hari dengan anak tidak bisa ditawar.
“Orang tua harus lebih banyak mengawasi, mendengar, dan memahami kondisi anak-anak. Bahkan, perlu berteman dengan anak-anak di media sosial untuk memantau kondisi emosional serta pergaulan mereka,” ujar politisi Gerindra itu, Selasa (23/9/2025).
Ia menegaskan, remaja menghadapi godaan besar dalam pergaulan. Sekali terjerumus narkoba, sulit untuk kembali. Karena itu, peran lingkungan terdekat yang konsisten sangat penting agar generasi muda tidak mudah tergoda.
Markaca menyarankan tiga langkah sederhana yang bisa diterapkan orang tua: meningkatkan ibadah sebagai pegangan moral, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan selektif dalam memilih teman.
“Mengajak anak meningkatkan ibadah, belajar lebih banyak, dan selektif dalam bergaul sangat penting. Pastikan teman-teman anak kita orang-orang baik, karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial,” ucapnya.
Dengan posisi Samarinda yang masih rawan peredaran narkoba, ia menekankan perlunya kolaborasi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Sinergi ini dianggap krusial untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





