Kukar – Di tengah semakin berkurangnya jumlah petani muda, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mencari terobosan untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendorong regenerasi petani dengan melibatkan anak-anak muda dalam dunia pertanian.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengungkapkan bahwa mayoritas petani di wilayahnya saat ini sudah berusia lanjut. Situasi ini, menurutnya, perlu segera diatasi agar produksi pertanian tetap berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan pangan daerah.
“Petani kita saat ini kebanyakan sudah tua. Jika tidak ada regenerasi, maka akan muncul kekosongan di sektor ini. Karena itu, kami ingin melatih anak-anak muda agar tertarik dan siap menjadi petani masa depan,” ujarnya, Senin (14/07/2025).
Menurut Tego, dunia pertanian kini telah mengalami banyak perubahan positif. Dengan dukungan teknologi modern, kegiatan bertani tak lagi identik dengan pekerjaan berat dan kotor seperti anggapan lama. Justru sebaliknya, pertanian kini menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan dan dapat dikelola secara profesional.
“Pertanian hari ini tidak lagi seperti dulu. Sudah banyak alat dan mesin yang memudahkan kerja petani. Inilah yang ingin kami perkenalkan kepada generasi muda, bahwa bertani itu keren dan bisa jadi pilihan karier yang menjanjikan,” katanya.
Pemerintah daerah pun telah menyiapkan berbagai program pelatihan yang dirancang khusus untuk generasi milenial. Pelatihan ini mencakup teknik bertani modern, pemanfaatan teknologi digital, hingga manajemen usaha tani yang efisien dan berorientasi pasar.
Tego menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Kukar Edi Damansyah dalam mengembangkan pertanian berbasis sumber daya lokal dan manusia unggul. Pemerintah daerah tak hanya mengajak, tetapi juga berkomitmen menyediakan dukungan berupa akses modal dan teknologi.
“Kami ingin anak-anak muda Kukar punya semangat baru di bidang pertanian. Bukan hanya ikut-ikutan, tetapi menjadi pelaku utama yang menggerakkan roda pertanian dengan cara baru yang lebih produktif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ia berharap, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pemanfaatan teknologi, akan lahir generasi petani baru yang tidak hanya mempertahankan, tetapi juga memajukan sektor pertanian di Kutai Kartanegara.
“Pertanian bukan sekadar profesi, tapi jalan hidup yang mulia dan strategis untuk membangun masa depan daerah kita. Kami percaya, anak muda bisa menjadi penggerak perubahan di sektor ini,” tutup Tego. (Adv)
![]()






