Kukar – Pemerintah Kecamatan Muara Muntai menaruh perhatian besar pada kondisi infrastruktur di lima desa yang dinilai masih memerlukan peningkatan signifikan. Camat Muara Muntai, Mulyadi, menegaskan bahwa perbaikan jalan di desa-desa tersebut merupakan prioritas utama guna menunjang kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Kelima desa yang dimaksud antara lain Desa Kayu Batu, Muara Muntai Ilir, Muara Muntai Ulu, Barindu, dan Desa Batu yang juga merupakan bagian dari wilayah ibu kota kecamatan.
“Penyelesaian infrastruktur di lima desa ini jelas menjadi prioritas utama kami. Masih banyak titik yang belum tersentuh semenisasi, dan sebagian besar jalan masih berupa papan ulin. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat, dan kami ingin segera membenahinya,” ujar Mulyadi, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, salah satu harapan besar warga adalah memiliki akses jalan yang layak di depan rumah mereka, sehingga kendaraan pribadi, khususnya mobil, dapat diparkir dan melintas tanpa hambatan.
Ia menyampaikan bahwa meski sebagian titik sudah mulai diperbaiki, masyarakat tetap harus berhati-hati karena kondisi jalan belum sepenuhnya aman.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada progres perbaikan. Beberapa kendaraan sudah bisa lewat, tapi memang belum sepenuhnya nyaman. Kami butuh dukungan lebih lanjut untuk menuntaskan ini,” jelasnya.
Upaya perbaikan ini tidak bisa dilakukan sendirian. Mulyadi menegaskan pentingnya sinergi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mempercepat proses pembangunan.
“Pemerintah kecamatan telah mengadakan rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Bappeda Kukar. Kami mengusulkan pembangunan jalan di titik-titik strategis pusat kecamatan agar aktivitas masyarakat semakin mudah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa akses jalan yang layak akan berdampak langsung terhadap pergerakan barang dan hasil bumi, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Muara Muntai.
“Mobilitas masyarakat akan semakin lancar, terutama untuk pengangkutan hasil dagang dan pertanian. Ini sektor yang harus kita dukung dengan infrastruktur yang memadai,” imbuhnya.
Mulyadi pun berharap, usulan pembangunan jalan di lima desa tersebut dapat terealisasi pada tahun 2025. Jika belum memungkinkan, pihaknya berharap program tersebut menjadi prioritas di tahun 2026.
“Semoga pembangunan jalan ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Harapan kami, pada 2025 atau paling lambat 2026, program ini sudah menjadi prioritas Pemkab Kukar agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
![]()







