Kukar – Kecamatan Marangkayu menempatkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, sebagai prioritas utama dalam rencana pembangunan tahun 2025. Fokus ini merupakan hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang menghimpun aspirasi masyarakat.
Camat Marangkayu, Ambo Dalle, mengatakan sebanyak 11 desa di wilayahnya mengusulkan peningkatan infrastruktur sebagai kebutuhan mendesak untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Sebagian besar usulan dari desa berkaitan dengan perbaikan jalan dan jembatan, karena akses inilah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” ujar Ambo Dalle.
Ambo Dalle juga menyoroti perubahan status jalan penghubung antara Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu yang kini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejak Agustus 2024. Perubahan status ini membuat pemerintah kecamatan harus berkoordinasi lebih intensif agar perbaikan jalan tetap menjadi perhatian.
“Kami terus menyampaikan aspirasi masyarakat agar jalan provinsi ini bisa segera diperbaiki, mengingat kondisinya sangat penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur yang diusulkan dapat terealisasi pada tahun 2025, sehingga dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Marangkayu.
“Dengan infrastruktur yang memadai, aktivitas ekonomi masyarakat dan perusahaan bisa berjalan lebih optimal,” tutup Ambo Dalle. (Adv)
![]()







