BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menilai kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) di sekolah tidak hanya penting dalam membentuk karakter, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan nyata dalam penanganan situasi darurat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan melalui Palang Merah Remaja (PMR), pelajar dapat belajar langsung berbagai kemampuan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kondisi darurat.
Menurutnya, keterampilan seperti pertolongan pertama hingga resusitasi jantung paru (CPR) menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh dalam pembelajaran formal di kelas.
“Ini bukan hanya soal kegiatan organisasi, tapi bagaimana siswa punya kemampuan nyata saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemampuan tersebut menjadi penting mengingat tidak semua orang memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama. Dengan pembekalan sejak dini, siswa diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat dibutuhkan.
Selain itu, Disdikbud juga menyoroti bahwa sejumlah perusahaan di kawasan industri Bontang selama ini rutin menggelar pelatihan keselamatan kerja, termasuk pelatihan dasar pertolongan pertama dan CPR. Kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan pembinaan PMR di sekolah.
Menurutnya, pengalaman dan standar pelatihan yang dimiliki perusahaan dapat menjadi referensi sekaligus peluang pembelajaran tambahan bagi siswa.
“Salah satu contohnya Indominco tahun lmarin ada sekolah uang ikut pelatihan yang diadakan mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap siswa yang aktif dalam PMI tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga kesiapan teknis dalam membantu sesama.
Dengan demikian, keberadaan PMI di sekolah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya peduli, tetapi juga sigap dan terampil dalam aksi kemanusiaan.
“Harapannya mereka bisa benar-benar bermanfaat, bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan sekitar,” pungkasnya.(adv)
![]()







