Potretkata.co,BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, stunting tidak dapat dicegah hanya melalui satu intervensi, melainkan membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita.
Toetoek mengatakan, terdapat sejumlah langkah penting yang perlu dilakukan orang tua untuk memastikan anak tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting. Langkah pertama bahkan harus dimulai sejak seorang ibu mengandung.
Menurutnya, pemenuhan gizi selama masa kehamilan menjadi faktor yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, ibu hamil diimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, vitamin, mineral, zat besi, serta nutrisi penting lainnya.
Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan juga perlu dilakukan untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi lebih dini apabila terdapat masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan tumbuh kembang anak,” ujar Toetoek.
Setelah bayi lahir, upaya pencegahan stunting dilanjutkan melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Menurut Toetoek, ASI merupakan sumber nutrisi terbaik yang mengandung berbagai zat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
Ia menjelaskan bahwa ASI eksklusif juga berperan dalam melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi yang dapat mengganggu pertumbuhan dan status gizinya.
Selanjutnya, ketika bayi memasuki usia enam bulan, orang tua dianjurkan mulai memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang. Pemberian MPASI harus memperhatikan kecukupan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk menunjang pertumbuhan yang optimal.
Toetoek menekankan pentingnya protein hewani seperti ikan, telur, daging, maupun susu dalam menu harian anak. Selain itu, kebutuhan karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat dari sayur serta buah-buahan juga harus terpenuhi.
“Setelah usia enam bulan, anak memerlukan tambahan nutrisi dari MPASI yang bergizi seimbang agar kebutuhan gizinya tetap tercukupi dan pertumbuhannya berjalan optimal,” jelasnya.
Ia berharap para orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah utama dalam mencegah stunting. Dengan perhatian yang konsisten terhadap kesehatan ibu dan anak, risiko stunting dapat ditekan sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, aktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
![]()







