Kukar – Di balik geliat pembangunan fisik yang terus berlangsung di Kutai Kartanegara (Kukar), ada satu wajah baru yang tengah dipersiapkan sebagai ruang tumbuhnya mimpi, seni, dan kreativitas anak muda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini serius menapaki jalur ekonomi berbasis pariwisata dan industri kreatif, salah satunya melalui pembangunan Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang dirancang sebagai pusat kegiatan seni dan kolaborasi masyarakat kreatif.
Gedung yang akan menjadi landmark baru di Tenggarong ini bukan sekadar tempat pertunjukan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang inklusif, sehat, dan produktif bagi para seniman, kreator muda, dan komunitas pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang.
“Gedung ini akan menjadi ruang kolaborasi dan pertunjukan, sekaligus simbol bahwa Pemkab Kukar benar-benar hadir mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif,” ujar Zikri Umulda, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kukar, Jumat (23/5/2025).
Secara fisik, bangunan Gedung Ekraf kini telah hampir rampung. Namun, Zikri mengakui masih ada pekerjaan penting yang tengah difokuskan tahun ini yakni penyelesaian akses jalan menuju lokasi, yang merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Ia menekankan, tanpa akses yang memadai, gedung belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya.
“Dari hasil rapat terakhir bersama Dinas PU, target tahun ini adalah membenahi akses jalan agar Gedung Ekraf bisa benar-benar dioperasikan maksimal pada 2026,” tuturnya.
Tak hanya berhenti pada pembangunan fisik, Pemkab Kukar juga menyiapkan pengelolaan kawasan secara terintegrasi. Area di sekitar gedung, termasuk pujasera dan ruang publik lainnya, akan dikelola dengan sistem profesional yang mengadopsi pola pengelolaan kawasan Simpang Odah Etam (SOE), yang dikenal rapi, bebas pungli, dan tertib.
Zikri menegaskan bahwa tata kelola ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang suportif bagi pelaku kreatif. Semua proses, mulai dari penjadwalan pertunjukan, sistem pembayaran, hingga pembagian ruang usaha, akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Hal ini sekaligus untuk menghindari praktik-praktik yang bisa merusak ekosistem kreatif yang sedang dibangun.
Gedung Ekraf ini juga diharapkan menjadi titik temu energi dan ide dari berbagai komunitas yang selama ini berkembang di Kukar. Bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pariwisata telah menyusun rencana pengembangan kawasan ini sebagai destinasi seni, budaya, dan hiburan, yang tak hanya menarik warga lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
“Kami ingin menjadikan Gedung Ekraf sebagai rumah bagi para pelaku seni, tempat berkumpulnya ide dan inovasi, serta ruang untuk berekspresi secara bebas tapi terarah,” kata Zikri.
Tak hanya Gedung Ekraf yang tengah digarap. Pemkab Kukar juga tengah menata kawasan Simpang Odah Etam dan Titik Nol sebagai etalase kreativitas urban yang menyatu dengan identitas baru Tenggarong sebagai kota kreatif. Dengan perencanaan matang dan semangat kolaborasi, kawasan ini diyakini akan menjadi destinasi favorit baru di Kaltim.
“Ini bukan sekadar pembangunan gedung. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi kreatif Kukar, agar generasi muda punya ruang untuk tumbuh dan menunjukkan potensi terbaiknya,” pungkas Zikri.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar kembali membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya soal beton dan angka, tetapi juga soal ruang dan dukungan bagi jiwa-jiwa kreatif yang ingin menjadikan Kukar sebagai panggung karyanya. (Adv)
![]()







