SAMARINDA — Pemerataan anggaran pendidikan kembali menjadi sorotan anggota DPRD Kota Samarinda. Anhar, anggota Komisi IV, menyampaikan keprihatinannya atas distribusi dana pembangunan fisik sekolah yang dinilai belum menyentuh secara adil kawasan pinggiran, terutama di Kecamatan Palaran.
“Padahal alokasi pendidikan khusus fisik tahun 2025 sekitar Rp317 miliar, tapi Palaran hanya diberi Rp10 miliar untuk SD dan SMP,” ungkap Anhar dalam rapat bersama OPD terkait, Selasa (2/7/2025).
Menurutnya, perbedaan alokasi anggaran ini telah berdampak pada kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang tidak merata. Ia menjelaskan bahwa banyak sekolah di Palaran berada dalam kondisi memprihatinkan, dengan fasilitas minim dan bangunan yang tidak layak pakai.
“Gedung tidak semerawut, fasilitas tidak lengkap, ini sangat jauh dari kata memadai,” tegasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Anhar, turut melanggengkan kesenjangan antara sekolah di pusat kota dan di daerah pinggiran. Ia menyebut munculnya istilah “sekolah favorit” tidak terlepas dari ketimpangan fasilitas, yang mendorong orang tua berlomba-lomba mencari sekolah dengan sarana terbaik.
“Ini yang membuka peluang praktik curang di sekolah, karena orang tua berlomba mencari sekolah dengan fasilitas terbaik. Maka lahirlah istilah sekolah favorit,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila seluruh sekolah memiliki fasilitas yang setara, maka kepercayaan masyarakat terhadap semua satuan pendidikan akan meningkat. Stigma sekolah unggulan pun akan terhapus secara alami.
“Kalau fasilitas pendidikan merata, untuk apa orang tua pilih-pilih sekolah? Kan sama saja,” ujar Anhar.
Melihat situasi tersebut, Anhar mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan distribusi anggaran pendidikan fisik. Ia menegaskan, tanggung jawab pemerataan infrastruktur tidak boleh dibebankan kepada masyarakat.
“Masalah pendidikan ini tidak bisa kita limpahkan ke masyarakat. Yang harus kita koreksi adalah kegagalan dalam menyediakan infrastruktur pendidikan yang merata,” tutupnya.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()






