SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem pengelolaan data melalui Bimbingan Teknis Operator Portal Satu Data Pemerintah Daerah Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di D’Lounge Hotel Victoria tersebut diikuti operator data dari seluruh perangkat daerah.
Bimtek mengangkat tema Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutim Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing. Fokus utama kegiatan ialah meningkatkan kompetensi aparatur dalam mengelola data sektoral yang terintegrasi sehingga mampu mendukung penyusunan kebijakan pembangunan secara lebih efektif.
Materi disampaikan oleh Kepala BPS Kutim Widiyantono bersama tim CV Beesoft Research and Technology, yaitu Eko Juniarto, Hardi Firmansyah, dan Aco Wahyudi. Bambang Ismadi dari Lembaga Penyelenggara Tiga Pilar Isma Karya turut menjadi fasilitator.
Kepala Bidang Statistik Diskominfo Staper Kutim Hasanuddin menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap data berkualitas semakin meningkat di tengah penerapan pembangunan berbasis bukti.
“Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga pengendalian pembangunan daerah membutuhkan dukungan data yang tepat dan terarah,” katanya.
Ia menjelaskan, perangkat daerah memiliki fungsi sebagai produsen data sehingga kualitas informasi yang dihasilkan akan menentukan keberhasilan implementasi kebijakan pembangunan.
Pelaksanaan Satu Data Indonesia di Kutim sendiri telah mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 dan diperkuat dengan Peraturan Bupati Kutim Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Satu Data Daerah.
Menurut Hasanuddin, keberadaan regulasi tersebut membuka peluang untuk menciptakan sistem pengelolaan data yang lebih terstruktur serta mampu dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan, Forum Satu Data Kutim Tahun 2025 telah menetapkan sejumlah data prioritas yang harus dipenuhi oleh perangkat daerah. Hingga akhir tahun lalu, realisasi pengumpulan data mencapai 77,01 persen atau sebanyak 3.545 indikator dari target 4.603 indikator.
“Tahun ini diharapkan capaian tersebut terus meningkat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian menilai transformasi digital menjadi bagian penting dalam modernisasi birokrasi.
“Portal Satu Data menjadi instrumen penting dalam memastikan data yang tersedia valid, akurat, dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegas Ronny.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kutim berharap kualitas data pembangunan semakin baik sehingga proses perencanaan hingga evaluasi program dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran demi mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.(adv)
![]()







