Balikpapan– beberapa hari ini masyarakat di Kota Balikpapan dihadapkan dengan masalah yang sangat serius, yaitu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya pertamax.
Hal ini sangat merugikan masyarakat, dengan sulitnya BBM ini menjadi ancaman untuk yang akan terputus mata pencaharian masyarakat dan merusak perekonomian di Kota Balikpapan.
BBM merupakan bahan pokok yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari, jika BBM ini sulit didapatkan oleh masyarakat, lagi lagi masyarakat harus dihadapi dengan permasalahan BBM, kemarin BBM yang bercampur dengan air dan saat masyarakat harus kesusahan mendapatkan BBM (Pertamax), tentu saja hal akan sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat yang akan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Yang terjadi hari ini di Kota Balikpapan karena adanya kelangkaan BBM ini berdampak terhadap masyarakat dan merusak ekonomi masyarakat, dari masyarakat yang ingin mengantarkan anaknya ke sekolah dan mengakibatkan kemacetan di sekitar SPBU di kota Balikpapan, tentu saja kemacetan ini sangat mengganggu masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari dan juga dari kemacetan ini juga menutup jualan UMK masyarakat yang berjualan di sekitar SPBU yang ada Kota Balikpapan.
Dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Balikpapan pada selasa 20 Mei 2025 sangat mengecewakan, yang mana pihak Pertamina yang keluar dari ruangan DPRD Kota Balikpapan tanpa menuntaskan pertanyaan dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Maka dari itu BEM FH Uniba mendesak pihak Pertamina Patra Niaga Balikpapan agar segera mengatasi kelangkaan BBM serta memberikan kepastian kepada masyarakat, dan akan terus menunggu pasokan BBM.
Jika tidak BEM FH Uniba akan melakukan aksi turun kejalan dan menuntut hak-hak masyarakat.
Pers Release: Departemen Kajian Strategis BEM FH UNIBA
![]()






